Ternyata cuaca ekstrim mampir juga ke Sukabumi. Bukan sekedar mampir, malah sempat memberi kenang-kenangan kepada tubuh saya. Membuat rasa yang juga ekstrim. Kadang panas, kadang dingin, kadang iseng juga menggelitik tulang. Rada ngilu-ngilu gitu !
Kebetulan dalam kegiatan blogging saya juga sedang saatnya situasi ekstrim nih. Enggak biasa maksudnya, yaitu waktunya update artikel. Huaduh, nulis apa ya ? Yah, cuaca ekstrim harus dihadapi secara ekstrim juga. Artinya perlu membangkitkan enerji ekstrim agar tetap bisa menulis.
Kalau saya mencoba mengingat hal-hal yang berhubungan dengan cuaca ekstrim ini, mas Fadly menulis dengan gaya yang cukup ekstrim tentang kiat happy menghadapi hujan dan kemacetan. Kalau dalam lukisan mungkin bisa disebut bergaya surealisme. Agak ngeri saya, khawatir kepala pening ini menelurkan tulisan yang lebih ekstrim lagi. continue reading…
Menyusul