Oleh: Agus Siswoyo

agus siswoyo

Agus Siswoyo Penulis Tamu

Sekitar lima tahun lalu saya bergabung dalam perusahaan tempat saat ini bekerja. Dan beruntungnya, saya selalu ditugaskan menjalankan openning cabang baru di luar kota. Bisa Anda bayangkan, seorang pendatang dari desa harus berkelana kemana-mana. Saya sempat stress juga. Tapi itu tidak lama.
.

Nggak tahu atas pertimbangan apa, setelah dua tahun keliling Jawa Timur, akhirnya saya ditempatkan di kantor pusat sebagai Cost Analyst sekaligus diberi tangggungjawab mengelola sebuah tempat tinggal karyawan (mess). Saya sempat tidak percaya diri. Masak seorang ABG imut-imut macam saya harus jadi kepala rumah tangga? Padahal dalam mess itu sendiri terdapat 5 orang yang usianya jauh di atas saya, bahkan sudah berkeluarga.

Rupanya pimpinan perusahaan punya pertimbangan lain. Saya dianggap mampu ‘mengendalikan’ aneka karakter karyawan yang berasal dari berbagai latar belakang kehidupan.  Saya pun nggak bisa mengelak dari tanggungjawab ini. Mau tahu gimana rasanya jadi Bapak di usia ABG? Yang pasti puyeng dan harus sering nyebut nama Gusti Allah. continue reading…