Ternyata cuaca ekstrim mampir juga ke Sukabumi. Bukan sekedar mampir, malah sempat memberi kenang-kenangan kepada tubuh saya. Membuat rasa yang juga ekstrim. Kadang panas, kadang dingin, kadang iseng juga menggelitik tulang. Rada ngilu-ngilu gitu !

Kebetulan dalam kegiatan blogging saya juga sedang saatnya situasi ekstrim nih. Enggak biasa maksudnya, yaitu waktunya update artikel. Huaduh, nulis apa ya ? Yah, cuaca ekstrim harus dihadapi secara ekstrim juga. Artinya perlu membangkitkan enerji ekstrim agar tetap bisa menulis.

Kalau saya mencoba mengingat hal-hal yang berhubungan dengan cuaca ekstrim ini, mas Fadly menulis dengan gaya yang cukup ekstrim tentang kiat happy menghadapi hujan dan kemacetan. Kalau dalam lukisan mungkin bisa disebut bergaya surealisme. Agak ngeri saya, khawatir kepala pening ini menelurkan tulisan yang lebih ekstrim lagi.

Masih pusing mau menulis apa, saya berkunjung ke blognya mas Agus Siswoyo. Disana malah disuguhi “Lelucon Yang Tidak Pantas”. Jangan salah sangka, itu judul artikel terbarunya. Komentar-komentar seru di dalamnya cukup membangkitkan gairah saya berkomentar. Semoga juga bisa menimbulkan gairah menulis.

Ingin blogwalking lebih lanjut, kepala semakin terasa berat. Ya, sudah ! Menyelesaikan tulisan saja ! Masih ada beberapa menit sebelum hari berganti tanggal. Masak sih enggak bisa update sebelum masuk bulan Nopember ? Bukan karena apa-apa sih, sekedar ingin saja !

Bicara mengenai ekstrim, saya menjadi teringat saran dari salah seorang atasan saya dulu. Beliau mengingatkan saya agar bila menghadapi suatu test tertulis pilihan (multiple choice), pilih jawaban yang ekstrim, jangan yang sedang-sedang saja. Jawaban rata-rata hanya untuk orang rata-rata. Jadi kalau ada skala 1 – 5, jangan pilih angka 3, tapi upayakan bisa memilih angka 1 atau 5.

Ternyata saran tersebut memiliki implikasi luas dalam kehidupan yang sesungguhnya. Saya kira sobat semua paham betul apa yang saya maksud. Jadi tidak perlu saya uraikan lebih lanjut. Paling tidak untuk saat ini, di situasi yang agak ekstrim ini.