Keraguan memulai bisnis atau usaha sering menghinggapi banyak orang. Meskipun sudah banyak buku motivasi bisnis dibaca, puluhan seminar diikuti, tidak menjamin seseorang berani memulai bisnis. Seakan-akan memulai bisnis merupakan sesuatu yang amat sakral sehingga perlu persiapan yang sangat sempurna.
Hajar bleh ! Hehehe….. Ungkapan juragan VCC Indonesia ini terkesan santai tapi lumayan kadar memaksanya. Tujuannya apalagi kalau bukan agar kita tidak ragu-ragu dalam mengambil tindakan. Saya punya cerita sendiri terkait hal ini.
Ceritanya, istri saya sudah lama memendam keinginan untuk terjun ke bisnis jamur. Yang dia inginkan adalah bisnis yang sepenuhnya dia kelola, bukan sekedar kerjasama. Namun setelah sekian lama, bisnis idamannya itu ternyata tidak juga kunjung dimulai.
Untuk mendukungnya, sengaja saya awali dengan membuat JV dengan pihak yang menguasai seluk-beluk bidang itu. Tujuannya agar ia memperoleh wawasan tentang hal tersebut dan bisa membuang keraguannya. Setelah sekian bulan berlalu, beberapa point penting untuk pelaksanaan keinginannya sebenarnya sudah didapat. Contoh :
- Pasar sudah ada. Order rutin per triwulan sudah di tangan untuk digarap sendiri. Kalau mau lebih besar juga tidak sulit mendapatkan pasar.
- Keterlibatan dalam JV telah menciptakan koneksi-koneksi yang bisa mendukung teknis produksinya, termasuk penyediaan tenaga trampil dan pasokan bahan baku.
- Untuk lokasi lahan produksi, ada beberapa tawaran dari teman.
- Modal bisnis sudah saya alokasikan sekedarnya untuk memulai.
Dengan kondisi tersebut, ternyata masih saja dirasa belum cukup untuk memulai usahanya sendiri. Hingga akhirnya modal yang sudah dialokasikan pun terpakai buat mendukung proyek saya di Jakarta. Maka makin banyaklah alasan yang dimilikinya untuk menunda.
Anda mau tahu alasan-alasannya ? Ini :
- Lahan yang ditawari teman terlalu jauh, tidak praktis. Tapi ketika saya sarankan agar memanfaatkan halaman belakang rumah saja untuk sementara, dia menolak. Padahal tokh selama ini juga belum dimanfaatkan secara jelas.
- Meskipun beberapa pengusaha yang dia kenal telah sukses di bisnis tersebut, ada juga dia dengar yang gagal total. Dia merasa perlu mempelajarinya dulu.
- Ingin mencari tahu dulu mengenai pengolahan pasca panen. Agar sekalian bisa menggarapnya dari ujung ke ujung jika nanti sudah berjalan.
- Menunggu pengembalian dana yang saya pakai plus tambahan agar bisa bergerak lebih leluasa.
Dan banyak lagi alasan yang remeh-temeh yang kalau dituliskan bisa menghabiskan space saja.

Lokasi JV saat renovasi
Melihat kondisi tersebut, akhirnya saya kontak seorang kawan untuk mencarikannya pinjaman bank. Sebelum istri saya sempat berpikir kepanjangan, pinjaman atas nama dirinya sudah diajukan. Dengan jaminan colateral dan usaha kos-kosan yang dia miliki akhirnya seminggu kemudian 100 jeti ada ditangannya.
.
Nah, sekarang dia punya kewajiban cicilan tiap bulan yang harus ditanggung. Tiada pilihan baginya kecuali segera memulai dan menjalankan bisnis yang diinginkannya (The Power Of Kepepet). Maka segera saja dia tampak sibuk mengurus segala sesuatunya.
.
Ajaib ! Saya melihat jelas pengaruh dari suatu tindakan atau action pada dirinya. Setelah dimulai, beberapa keberatan istri saya yang semula amat dipertahankan, ternyata bisa direlakannya. Bisa dia rasakan betapa selama ini banyak hal-hal tidak prinsipil yang menghalangi jalan.
Karena sudah didukung persiapan dan ketersediaan point-point penting di atas, apakah lalu mulus-mulus saja ? Tidak sama sekali ! Tapi disinilah kehebatan suatu tindakan. Langkah yang sudah diambil dengan sendirinya menuntut langkah-langkah berikutnya. Secara otomatis kita diminta terus berpikir dan terus bergerak.
Dan di ujung jalan sana, solusi menunggu orang-orang yang mau berupaya mencarinya. Orang-orang yang bersedia mengambil tindakan, bukan sekedar memikirkan. Orang-orang yang percaya keberadaannya dan tidak mudah menyerah menghadapi kendala.
Itulah saat ini yang sedang dijalani istri saya dalam memulai bisnisnya. Kendala dan permasalahan tidak lagi menghalangi langkahnya. Dia sekarang sadar betul bahwa saudara kembar dari istilah “kendala atau permasalahan” adalah “solusi atau mencari solusi”, bukan “berhenti atau ditinggal pergi”.
Comments
Leave a comment Trackback