Dari judulnya sudah jelas, artikel Fun Works ini berbicara tentang pekerja. Mengapa menggunakan kata Fun Works segala, nanti akan jelas setelah anda membacanya. Enggak usah terlalu serius membacanya, yang fun aja. Namanya juga Fun Works gitu loh..!
Kalau selama ini banyak diulas tentang mindset pebisnis, sekarang saya ingin menulis tentang mindset pekerja. Pekerja dalam arti luas, bisa pekerja kantoran di instansi atau perusahaan, bisa juga pekerja mandiri dan pekerja rumahan. Yang diulas juga bukan hal yang berat-berat, tapi kesenangan dalam bekerja.
Kita sudah sering mendengar ucapan-ucapan seperti berikut ini :
“Ayo cepat kita selesaikan, setelah itu kita bersenang-senang !”
“Hei, kerja yang serius ! Jangan sambil bercanda dan bersenang-senang !”
“Jangan berharap hasilnya bagus. Lihat saja cara mereka bekerja! Terlalu banyak hura-hura dan ketidakseriusan !”
Kesimpulan dari ucapan-ucapan tersebut adalah bahwa “hanya cara bekerja penuh suasana serius yang akan menghasilkan sesuatu, sedangkan kerja sambil senang-senang tidak akan menghasilkan output yang diharapkan”.
Nah, kalau anda masih punya mindset seperti itu, anda perlu membaca buku karangan Leslie Yerkes yang berjudul “Fun Works, Menciptakan Tempat Kerja Yang Lebih Menyenangkan”. Anda akan bertemu dengan istilah fusi kesenangan/kerja, dimana kesenangan dan kerja ternyata bisa dipadukan. Tapi apa benar begitu ?
Lho, benar itu ! Si penulis buku sudah melakukan riset di banyak perusahaan dan lingkungan kerja. Dan ternyata banyak cara untuk menjadikan suasana tempat bekerja menjadi lebih menyenangkan sekaligus produktif. Memang sih, contoh-contoh penerapannya bukan di Indonesia. Tapi kalau menyimak contoh-contohnya, kita juga bisa kok !
Sekedar buat contoh kecil saja ya, satu contoh yang berikut ini pernah saya lakukan dan cukup menyenangkan.
Saya menggantikan acara pertemuan pagi yang seharusnya dilakukan sambil berdiri berkeliling dan mengikuti ritual tertentu, dengan cara ngobrol bareng sambil ngopi kayak di warteg. Ngobrol santai beneran, bahkan ada yang sambil mainkan gitar, cengengesan, tapi tetap produktif menyumbangkan laporan dan gagasan. Cara “melanggar aturan” seperti ini mampu menghandle 9 kantor cabang dengan 25 ribu pelanggan, dengan hasil yang mampu bersaing dengan kantor lainnya. Dan terasa enjoy !
Prinsip dasarnya adalah memadukan antara kesenangan dan kerja. Jadi kesenangan itu bisa dilakukan pada saat yang bersamaan dengan proses pekerjaan. Bukan kerja dulu mati-matian, stress habis-habisan, dan baru mencoba senang-senang kemudian. Keburu ancurrrr !
Prinsip-prinsip Fun Works.
Ada sebelas prinsip Fusi Kesenangan/Kerja dari Fun Works, saya akan tuliskan satu persatu.
Prinsip satu : Berikanlah ijin aksi.
Prinsip dua : Tantanglah praduga anda.
Prinsip tiga : Petiklah keuntungan dari spontanitas.
Prinsip empat : Percayakan pada proses.
Prinsip lima : Hargailah keragaman gaya bersenang-senang.
Prinsip enam : Kendurkan segala bentuk batasan.
Prinsip tujuh : Jadilah otentik.
Prinsip delapan : Jadilah Si Pemilih.
Prinsip sembilan : Pekerjakan orang-orang berkualitas dan keluarlah dari langkah-langkah mereka.
Prinsip sepuluh : Berpikir ekspansif dan ambillah resiko.
Prinsip sebelas : Rayakanlah semua itu.
Penjelasan masing-masing prinsip bagaimana ? Lain waktu saja ya, sudah mulai enggak enjoy nih ! Bukan funworks lagi dong kalau diteruskan.
Comments
Leave a comment Trackback