Salah satu pertimbangan dalam membangun suatu bisnis atau usaha, selain faktor keuntungan, menurut saya seyogyanya adalah seberapa besar nilai sosial bisnis tersebut. Seberapa mampu bisnis tersebut bisa menebarkan manfaat bagi banyak pihak. Semakin banyak pihak memperoleh manfaatnya maka semakin tinggi nilai sosial bisnis tersebut. Bagaimana bentuk bisnis yang memiliki nilai sosial tinggi tersebut ?
Bisnis padat karya merupakan salah satu contoh bisnis yang sarat dengan unsur sosial, khususnya terkait dengan pembukaan lapangan kerja bagi masyarakat. Penggunaan mesin mungkin lebih efisien dan lebih profitable, tapi itu cuma keuntungan pemilik semata. Merelakan sebagian keuntungan tapi bisa memberikan peluang kerja bagi banyak orang saya kira lebih bernilai sosial dan tinggi nilai ibadahnya.
Begitu juga usaha-usaha produktif yang dijalankan sebuah koperasi. Ada banyak jenis koperasi dengan ciri khasnya masing-masing. Kesamaannya adalah adanya anggota yang menjadi pemilik bisnis yang dijalankan. Koperasi yang sukses menjalankan bisnisnya akan memberikan manfaat kepada cukup banyak orang yang menjadi anggotanya.
Satu lagi adalah bisnis berbentuk Inti-Plasma. Banyak jenis usaha yang bisa dijalankan dengan pola ini. Perusahaan Inti yang notabene memiliki banyak kemampuan akan mendukung usaha-usaha kecil yang menjadi plasmanya. Sebaliknya, perusahaan Inti juga memperoleh manfaat berupa peningkatan omzet atau kapasitas produksi berkat dukungan plasma.
Ada lagi ? Oia, jangan lupa dengan bisnis yang satu ini, yang saat ini lagi ngetrend. Yaitu bisnis jaringan. Banyak jenis bisnis yang memanfaatkan jaringan untuk pemasarannya. Salah satu yang terkenal adalah yang berbentuk MLM (Multi Level Marketing). Anda tentu sering membaca bagaimana unsur sosial menjadi andalan dalam promonya.
Nah, meskipun memiliki nilai sosial tinggi, saya sadari bahwa banyak kabar miring seputar bentuk bisnis-bisnis di atas. Banyak kendala yang dihadapi. Namun jika banyak manfaat positif yang bisa diperoleh darinya, semestinya kita tidak berhenti pada kabar miring dan kendala yang ada. Mesti ditelaah lebih jauh bagaimana menghilangkan unsur negatifnya dan menonjolkan sisi positifnya.
Nilai Sosial Bisnis Bagi Pelanggannya.
Nilai sosial suatu bisnis bukan hanya bisa dirasakan para pihak yang berkecimpung di industrinya. Masyarakat, khususnya para pelanggan, bisa turut merasakannya. Bisa karena manfaat dari produknya yang sedemikian penting, bisa juga karena harganya yang terjangkau banyak lapisan masyarakat.
Meskipun produk suatu bisnis sudah pasti bermanfaat bagi para pelanggannya, dan karenanya dibeli, namun ada beberapa produk suatu bisnis yang dirasakan memiliki manfaat amat besar bagi pelanggannya. Produk semacam ini biasanya dihasilkan oleh suatu bisnis yang memiliki misi sosial yang kental. Ada idealisme di dalamnya yang bukan keuntungan materi semata.
Konon mobil yang saat ini banyak dimiliki orang kebanyakan, pada awalnya adalah keinginan Tuan Ford di Amrik sana agar mobil tidak hanya mampu dimiliki orang-orang kaya. Begitu juga dengan komputer. Jika komputer masih terus berbentuk mainframe, kemungkinan kita belum bisa menikmati kecanggihannya lewat PC atau laptop di meja kita. Para pembuatnya memang menjadi kaya raya, namun kita pun merasakan manfaat besarnya.
Pada prinsipnya, mereka memenuhi misi sosialnya dengan mencoba membuat produk yang memiliki skala ekonomi tinggi. Dengan melayani lebih banyak orang maka omzetnya menjadi tinggi sehingga harga produk bisa ditekan menjadi lebih murah. Harga terjangkau inilah yang memungkinkan untuk menjangkau kemampuan lebih banyak orang untuk membelinya.
Bagaimana dengan bisnis yang ada di sekitar kita hasil kreasi anak bangsa? Bisnis apa yang kita rasakan sarat dengan misi sosial ? Pastinya sobat pembaca memiliki pengalaman masing-masing. Silakan anda share di kotak komentar.
Nah, sobat semua, ulasan sementara ini baru garis besarnya saja. Untuk artikel berikutnya, saya akan mencoba menulis lebih rinci tentang bisnis-bisnis yang memiliki nilai sosial tinggi tersebut.
Comments
Leave a comment Trackback