Saat keluyuran blogwalking, saya sering dibuat terpesona membaca komentar di banyak blog yang menyebutkan bahwa bisnis onlinenya sudah bisa balik modal, sudah BEP, baru bisa balik modal tapi belum untung, dan beberapa ungkapan senada. Tampaknya perkara balik modal merupakan perkara mudah di bisnis online. Padahal kalau di bisnis konvensional yang saya ketahui sangat tidak gampang.

Apakah sebenarnya pengertian balik modal itu ? Istilah yang satu ini memang agak sulit untuk mendefinisikannya secara tepat. Apakah lebih mirip dengan konsep ROI (Return On Investment), BEP (Break Even Point), atau Payback Period. Tampaknya jenis bisnis atau proyek yang dijalankan ikut menentukan pendefinisian yang tepat.

Kalau dilihat dari arti harfiahnya, balik modal tentunya dimaksudkan semua modal yang ditanamkan telah kembali berkat akumulasi hasil bisnis yang masuk. Disini ada dua istilah kunci, yaitu semua modal yang ditanamkan dan akumulasi hasil bisnis yang masuk. Mari kita lihat satu persatu !

Untuk mengetahui berapa jumlah semua modal yang ditanamkan, sangat penting untuk dipahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan modal. Apa saja sih yang termasuk di dalamnya ? Selanjutnya, bagaimana memperlakukan modal tersebut dalam perhitungan usaha ?

Dalam pengertian yang standar, modal biasanya menyangkut keseluruhan dana awal yang dibutuhkan agar operasional perusahaan berjalan. Di dalamnya meliputi dana untuk pembelian produk atau bahan baku produk, semua investasi alat produksi dan alat bantu kerja, ditambah biaya operasional selama perusahaan belum menghasilkan uang masuk.

Menyangkut pembelian produk atau bahan bakunya (bila memang dilakukan proses produksi), umumnya kita sepakat memasukkannya sebagai modal bisnis. Tapi untuk alat produksi dan alat bantu kerja, kadang kita sudah memilikinya sebagian dan hanya sebagian saja yang harus membeli langsung. Yang mana yang dihitung sebagai modal ? Ya dua-duanya. Peralatan yang sudah dimiliki bisa dikapitalisasi, dihitung nilai sisanya dan dirupiahkan.

Peralatan yang sudah ada seringkali tidak diperhitungkan sebagai bagian dari modal. Begitu juga peralatan yang multi manfaat, buat bisnis sekaligus buat hiburan/penyaluran hobi pribadi. Untuk tujuan praktis boleh-boleh saja. Tapi jika anda ingin serius berbisnis, ingin mendapatkan gambaran sesungguhnya mengenai profitabilitas bisnis anda, seyogyanya itu diperhitungkan sebagai modal.

Berapa bagian yang bermanfaat buat bisnis dan berapa bagian lagi yang untuk hiburan, anda sendiri yang bisa memperkirakannya. Tapi untuk tambahan ilustrasi saja, Kiyosaki memasukkan belanja entertainnya ke dalam belanja bisnis. Memang ada motif pajak di dalamnya. Tapi terlepas dari itu, kayaknya lebih pas membebankan biaya hiburan anda ke dalam anggaran bisnis dibandingkan membebankan biaya bisnis anda ke dalam anggaran hiburan anda. Gimana ?

Sekalian bicara tentang biaya bisnis, di atas telah dituliskan bahwa salah satu unsur permodalan bisnis adalah dana untuk biaya operasional bisnis anda. Apa saja itu sesungguhnya ?

Biaya operasional yang dibutuhkan dalam bisnis meliputi biaya upah/gaji karyawan (termasuk pemilik bisnis jika ikut bekerja di dalamnya), biaya sewa kantor (meskipun milik sendiri), biaya telepon-internet-listrik-air, biaya marketing, dsb. Pokoknya semua biaya yang berkontribusi terhadap bisnis. Semua dana untuk keperluan ini harus tersedia sebelum bisnisnya mampu menghasilkan uang masuk (cash-inflow).

Bila cara di atas anda terapkan, kalau anda jeli anda akan melihat bahwa take home pay bagi anda sebagai pemilik bisnis tidak perlu dirisaukan lagi. Anda punya gaji karena ikut beraktifitas di dalam bisnis anda dan anda juga menerima uang sewa sebagai pemilik tempat. Masih ada lagi berupa keuntungan usaha jika bisnis anda menguntungkan.

Itulah semua unsur modal yang ada dalam bisnis anda. Selanjutnya, bagaimana modal-modal tersebut diperlakukan dalam perhitungan usaha ? Bagaimana pula hasil bisnis yang masuk diakumulasi sehingga dikatakan balik modal ? Kita lanjutkan dalam postingan selanjutnya. Diantaranya anda akan disuguhi beberapa konsep tentang balik modal.