Dalam tulisannya kemarin tentang beda pandangan kuadaran E dan B, saya menangkap ada nada gusar bos VCC Indonesia tersebut. Kalau saya simpulkan, kegusaran tersebut berpangkal kepada cara berpikir dan cara merespons orang terhadap suatu peluang. Hal itu menimbulkan ide saya untuk menuliskan artikel ini.

Di blog ini, atau di blog gratisan saya, saat saya menulis topik pekerja sering saya jumpai muncul komentar yang menyatakan kalau yang bersangkutan bukan pekerja. Dia menyatakan diri sebagai pebisnis atau sedang memulai bisnis. Okey, saya salut dan hormat dengan tekad tersebut.

Namun beberapa kadang bernada amat alergi dengan kata pekerja. Padahal tidak ada yang buruk dengan status pekerja, even di lingkungan para pebisnis. Kalau anda baca postingan mas Triwahyudi beberapa hari yang lalu, atau Mashengky Kamis kemarin, anda akan melihat adanya sisi positif dalam bekerja.

Jika anda tidak mencari uang di kantor, tidak punya status karyawan, punya blog bisnis online, tiap hari ngomongin bisnis, apakah berarti anda seorang pebisnis ? Sayangnya tidak selalu demikian. Bisa saja anda sebenarnya adalah karyawan, pekerja, atau buruh juga. Bagaimana untuk mengetahuinya ?

Saya cuplik pengertian bisnis menurut wikipedia. Begini bunyinya :

“Dalam ilmu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.”

Saya kira kita bisa membedakan antara upah dan keuntungan. Jika saya menulis di blognya mas Ahmad Subandono misalnya, berhubung ybs sedang sibuk kontes dan saya dibayar, itu adalah upah bukan keuntungan. Dan berarti saya masih pekerja bukan pebisnis. Bisnis membutuhkan lebih dari itu.

Tapi saya kan berarti bukan employee, saya spesialis ?! Bolehlah, saya tidak akan berdebat tentang itu. Dalam kerangka berpikir saya dua hal itu tidaklah terlalu jauh berbeda. Karena sama-sama memiliki daya ungkit atau leverage yang rendah.

Tapi seperti yang saya katakan di atas, tidak ada yang buruk dengan status pekerja. Mau kerja kantoran atau menjadi pekerja mandiri yang tidak perlu nongkrong di kantor pergi subuh pulang isya. Tidak masalah. Karena yang penting adalah mindset bisnis anda dan bagaimana mempertahankan dan mengembangkannya kelak.

Pada saat anda mempertahankan cara berpikir sebagai seorang pebisnis, kegiatan kerja anda lama-lama akan berkembang menjadi suatu bisnis. Anda akan mulai bergerak dari kuadran E atau S ke arah kuadran B. Tak peduli kini anda seorang pekerja kantoran atau pun pekerja mandiri.

Dijamin demikian ? Tentu saja tidak. Kemungkinannya semakin besar bila anda juga mempelajari ketrampilan yang dibutuhkan oleh seorang pebisnis. Apa itu ? Manajerial dan kepemimpinan. Dua hal ini amat penting karena di dalam bisnis anda akan mengelola sistem, anda akan mengelola sumberdaya, apa pun itu jenisnya.

Karena itu, bagi anda yang saat ini masih pekerja kantoran, jangan lupakan unsur investasi dalam bekerja. Bagi anda pekerja mandiri, kembangkan ketrampilan anda untuk bergerak ke kuadran B. Dan bagi anda yang belum dua-duanya, meskipun anda bertekad untuk menjadi pebisnis, bila terpaksa bekerja dahulu bukan hal tabu selagi anda tetap setia dengan tekad anda dan mengerti cara mengambil manfaat yang ada.

Selamat menjadi pebisnis masa depan !