Istilah aji mumpung umumnya berkonotasi negatif. Coba saja perhatikan bila ada pejabat yang dikatakan menerapkan aji mumpung. Pastilah condong ke pengertian penyalahgunaan kewenangan untuk kepentingan pribadi. Begitu juga perilaku orang yang berbuat sewenang-wenang ketika berkuasa juga dikatakan menggunakan aji mumpung. Mumpung berkuasa.
Bagaimana aji mumpung dalam bisnis ? Apakah sama negatifnya ?
Untuk menjawabnya mari kita berandai-andai. Andaikan mendadak saja karena sesuatu hal bisnis anda mendapat peluang untuk dikembangkan sangat besar jauh melampaui kondisinya kini. Jika sebelumnya bisnis anda cukup dijalankan bersama istri atau seorang teman misalnya, nantinya harus ditangani ratusan pekerja. Otomatis modal yang saat ini cuma mengandalkan dana sendiri juga harus ditingkatkan berlipat ganda.
Anda tidak tahu apakah kondisi ini akan berlangsung seterusnya atau hanya beberapa tahun saja. Kira-kira apa yang akan anda lakukan ? Apakah menangkap seluruh peluang menggunakan aji mumpung ? Atau anda hanya akan meningkatkan sebatas kemampuan yang ada saja sambil pelan-pelan ditingkatkan sedikit demi sedikit ? continue reading…